Sri Mulyani Dinilai Jadi Energi Baru Indonesia

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai ‎ada beberapa katalis utama yang mendongkrak laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada beberapa waktu lalu terus bergerak ke zona hijau.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan, ‎tidak dapat dipungkiri bahwa tembusnya IHSG ke level 5.000 pada 30 Juni 2016 lalu, sangat erat kaitannya dengan disetujuinya Undang-undang tentang Penghapusan Pajak oleh Dewan Perwakilan Rakyat.

"Sekarang dia di sini jadi Menkeu, harusnya bisa panen di Indonesia," kata Tito. (SUB JUDUL: Duet Maut) Hari ini, kondisi pasar modal semakin bergairah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak di atas level 5.000 diyakini akan terus melanjutkan penguatannya. Kehadiran Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan menggantikan Bambang Brodjonegoro disambut positif oleh pasar.

Tito sendiri meyakini formasi baru Menkeu Sri Mulyani dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro akan menjadi duet yang pas.
Menurut Nurhaida, terobosan kebijakan oleh pemerintah yang sangat strategis tersebut, hingga Presiden Joko Widodo turun langsung melakukan sosialisasi amnesti pajak, mendapat apresiasi dan respon sangat positif dari pelaku bisnis khususnya pelaku pasar modal Indonesia yang terlihat dari menghijaunya IHSG.

Saat pengumuman perombakan kabinet tersebut, kata Nurhaida, ‎IHSG langsung naik ke level 5247,36, nilai kapitalisasi pasar saham mencapai Rp 5.676 triliun, dan nilai transaksi saham pada hari itu hampir mencapai Rp 6 triliun.

"Salah satu puncaknya adalah ketika pemerintah pada tanggal 27 Juli 2016 memutuskan membawa kembali srikandi ekonomi terbaiknya, Sri Mulyani Indrawati ke Tanah Air," ujar Nurhaida di gedung BEI, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

"Sentimen positif terus berlanjut hingga penutupan perdagangan kemarin, Selasa 9 Agustus 2016 dimana IHSG telah bertengger di angka 5440,29," paparnya.

Membaiknya ketiga indikator utama bursa tersebut juga telah mendorong peningkatan Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana yang telah mencapai hampir Rp323 triliun pada 8 Agustus lalu.

0 Response to "Sri Mulyani Dinilai Jadi Energi Baru Indonesia"

Posting Komentar